Hanz Skyblue


Bila waktu terus berdetak hingga entah sampai kapan ia akan berhenti,atau mungkin semua tak akan pernah bisa ku hentikan walaupun hanya sedetik saja. Rasa keinginan yang mendalam dalam menggapai suatu hal yang sebenarnya ku tahu ini tak mungkin ku dapatkan, ku hanya berharap ada suatu keajaiban yang tersembunyi di atas sana dan berharap itu akan turun seiring tetesan embun pagi yang memberi kesejukan saat ku buka mata ini. Mungkinkah semua itu akan datang? Harus berapa lama kun anti hari itu?

Langkah kaki tertahan, diam terhenti terpaku saat ku terbuai dalam kata-kata manis yang keluar dari seruan nafasmu, manisnya madu tak semanis dengan apa yang telah kau ucap dengan berjuta-juta buaian harapan hingga ku terlupa akan kesadaran diriku. Ku hiraukan bunga-bunga ditaman sana walau sebenarnya itulah bunga yang indah untukku.

Kini setitik cahaya datang menghampiriku, seakan memancarkan sinar yang menyilaukan pandangan hitamku, hingga dia membangunkan tidur panjang yang selama ini menutup mataku. Kini ku terbangun. Terbangun dari mimpi-mimpi palsu panjangku, bangun dari harapan semu yang tak kunjung ada, bangun dari keterpurukanku yang selama ini menghalangi langkah kakiku. Ku coba keluar dari tembok yang membentengiku selama ini walau tetesan keringat mengalir deras, walau darah menetes.

Kini saatnya ku pergi, pergi melangkah mengarungi samudra yang slama ini tertunda. Pergi meninggalkan pulau yang penuh dengan kegelapan. Berharap ku bias menemukan bunga indah yang tak dihampiri sang kumbang. Kan rawat dia menghiasi kamar tidurku agar dia dapat menemani mimpi-mimpi panjangku. Mimpi yang terindah yang selama ini belum pernah kurasakan sebelumnya. Kini saatnya ku pergi, selamat tinggal masa lalu. Ku kan melangkah meninggalkan waktu yang telah terlewati.


1 Response
  1. nty Says:

    semangat,
    yang kita cari pasty akan kita temukan