Hanz Skyblue


Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan

dagangannya di tepian Sungai Citarum. "Nyak nyak minyaaaaaaaaaaaaak", teriaknya.

Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak

tergelincir ke Sungai Citarum. Plung ... lap ... tenggelam deh ceritanya

Huuuuu ... huuuu .... menangislah dia .... "Harus kuberi makan apa istriku

nanti ... huuu..."

Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :

"Hai, Ahmad ... kenapa gerangankah sehingga engkau menangis begitu ?"

Ternyata ... namanya Ahmad ... tahu juga ya itu Malaikat ....

"Oh, Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai ..."

"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu ..."

Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta

kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan ...

"Inikah punyamu?" tanya Malaikat ...

"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ... mana mungkin penghasilan saya

yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana ? Itu pun sudah ditambah

komisi penjualan yang cuma sedikit"

Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak

dengan botol dari perunggu.

"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.

"Bukan, hai Malaikat yang baik ... Punyaku cuma dari besi biasa ...

botolnya juga botol biasa ..."

Lalu Malaikat itu pergi lagi ... dan kali ini kembali dengan gerobak dan

botol Si Ahmad.

"Inikah punyamu?"

"Alhamdulillah ... benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah

mengambilkannya untukku".

Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya Ahmad.

Untuk itu sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu..."

"???????? Alhamdulillah .... terima kasih ya Allah ...terima kasih ya Malaikat ..."

Sebulan kemudian, Ahmad rafting bersama istrinya disungai yang sama

Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari ...

Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut ...

"Huuuuuuuuuuuuuuuuuu.... huuuuuuuuuuu ....... istriku... di mana engkau

....", isaknya ...

Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi ... "Kenapa lagi engkau, ya Ahmad ?"

"Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat ..."

"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan ..."

Plash ... Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil

membawa Nafa Urbach ... yang ada tato mawar di perutnya ...

"Inikah istrimu?" tanya Malaikat ...

"Betul, Malaikat ... dialah istriku ..."

"Haaaaaa .... Ahmad!!!" Malaikat membentak marah.

"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"

Sambil bergetar dan berjongkok ... Ahmad berkata :

"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur ... nanti engkau menghilang lagi dan

membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ... maka engkau akan

menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya ...

Lalu ... engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali ...dan engkau akan

memberikan ketiga-tiganya kepadaku ...Buat membiayai hidup Nafa saja aku

bingung gimana caranya ... apalagi tiga-tiganya??? "

Malaikat pun termangu dan bengong .... "Benar juga kamu ... kamu realistis...Thats Right...veri good lah..."

0 Responses